Halaman

Pemberdayaan Perempuan

Perkuat keyakinan, buang semua keraguan. Karena keraguan hanya akan menghambat perjalanan menuju keberhasilan.

Pendidikan Anak Usia Dini

Anak Usia Dini adalah masa keemasan, kecerdasan yang harus dioptimalkan sejak usia dini.

Melestarikan kesenian dan budaya

Tarian dan kebudayaan adalah salah satu kesenian dan kebudayaan yang kita miliki, dan menjaga dan melestarikan adalah menjadi tugas kita bersama.

Refreshing

Rasa bahagia dan tak bahagia bukan berasal dari apa yang Anda miliki, bukan pula berasal dari siapa diri Anda, atau apa yang Anda kerjakan. Bahagia dan tak bahagia berasal dari pikiran Anda.

Pelatihan Rursus

Kursus untuk mengembangkan potensi dan kreatifitasan yang kita miliki

Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

Visi dan Misi PLS

VISI
Program studi pendidikan luar sekolah dengan reputasi nasional menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan membelajarkan diri dan masyarakat secara berkelanjutan, berkembang dari akar kemandirian, kreatifitas, kemampuan kewirausahaan dan inovasi social, menuju masyarakat belajar.

* MISI
  1. Membangun masyarakat belajar yang demokratis dan bekelanjutan, dengan mendidik tenaga kependidikan luar sekolah yang memiliki kemampuan membelajarkan diri dan masyarakat secara berkelanjutan, berkembang dari akar kemandirian, kreatifitas, kemampuan kewirausahaan dan inovasi sosial.
  2. Mengembangkan praksis pendidikan luar sekolah yang memberdayakan dan membelajarkan masyarakat secara berkelanjutan menuju tercapainya masyarakat belajar yang demokratis.

* TUJUAN
   Program studi Pendidikan Luar Sekolah bertujuan menghasilkan:
  1. Lulusan tenaga pendidik luar sekolah yang memiliki kemampuan membelajarkan diri dan masyarakat secara berkelanjutan dan berkembang dari akar kemandirian, kreatifitas, kemampuan kewirausahaan serta inovasi sosial, menuju terwujudnya masyarakat belajar.
  2. Praksis pendidikan luar sekolah yang memberdayakan dan membelajarkan masyarakat secara berkelanjutan menuju tercapainya masyarakat yang demokrati                                                    http://fip.uny.ac.id/home/index.php?pilih=hal&id=14  

Pendidikan Luar Sekolah

Berkaitan  dengan  pengertian  pendidikan  terdapat  perbedaan  yang  jelas  antara pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Sehubungan dengan hal  ini  Coombs  (1973) membedakan pengertian  ketiga  jenis  pendidikan  itu  sebagai berikut: 
           Pendidikan  formal  adalah  kegiatan  yang  sistematis,  bertingkat/berjenjang, dimulai dari  sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya;   termasuk   kedalamnya   ialah   kegiatan   studi   yang   berorientasi akademis  dan  umum,  program   spesialisasi,  dan  latihan  professional,  yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.
          Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap  orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang  bersumber  dari   pengalaman  hidup  sehari-hari,  pengaruh  lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh  kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa.
     Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di luar sistem  persekolahan yang , dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan  yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya.

          Ketiga   pengertian   di   atas   dapat   digunakan   untuk   membedakan   program pendidikan  yang termasuk  ke dalam  setiap  jalur pendidikan  tersebut.  Sebagai  bahan untuk menganalisis berbagai program pendidikan maka ketiga batasan pendidikan di atas perlu diperjelas lagi dengan kriteria yang  dapat membedakan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dengan pendidikan  yang program-programnya bersifat informal dan formal. Perbedaan antara pendidikan yang  program-programnya bersifat nonformal dan informal dapat dikemukakan sebagai berikut. Pendidikan  yang program-programnya bersifat nonformal memiliki tujuan dan kegiatan yang terorganisasi, diselenggarakan  di  lingkungan masyarakat  dan  lembaga-lembaga,  untuk  melayani kebutuhan  belajar  khusus  para  peserta  didik. Sedangkan  pendidikan  yang  program- programnya   bersifat  informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. Kegiatan   pendidikan   ini   lebih   umum,   berjalan   dengan sendirinya, berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga,  serta  melalui media massa, tempat bermain, dan lain sebagainya.
          Apabila kegiatan yang termasuk pendidikan yang program-programnya bersifat informal ini  diarahkan untuk mencapai tujuan belajar tertentu maka kegiatan tersebut dikategorikan baik ke dalam  pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal maupun pendidikan yang program-programnya bersifat formal.
        Kleis  (1974) memberi  batasan  umum  bahwa  pendidikan  adalah  sejumlah pengalaman   yang  dengan pengalaman  itu,  seseorang  atau  kelompok  orang  dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya.
    Proses belajar itu akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran, penafsiran, pemahaman,    dan    penerapan     informasi),     peningkatan     kompetensi (keterampilan intelektual  dan  sosial),  serta  pemilihan  dan  penerimaan  secara  sadar terhadap  nilai,  sikap, penghargaan dan perasaan, serta kemauan untuk berbuat  atau merespon sesuatu rangsangan. Proses perubahan (belajar) dapat terjadi dengan disengaja atau tidak disengaja.
      

http://pls.unnes.ac.id/2011/pengertian-tiga-jenis-pendidikan/